Aksi Menko Pangan di Padang Tuai Pro–Kontra, Kepedulian atau Drama Kamera?

7 Des 2025  | 287x | Ditulis oleh : Penulis
Pencitran Pejabat Masa Kini

Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, ke kawasan banjir di Lubuk Minturun, Padang, Sumatera Barat, pada Minggu 30 November 2025, menuai banyak perhatian publik. Momen saat ia turun langsung ke lapangan, menyapa warga, hingga memanggul sekarung beras terlihat jelas dalam unggahan di akun Instagramnya. Aksi itu sontak mengundang berbagai reaksi, baik dari warga yang menerima bantuan maupun dari netizen yang menyimak lewat media sosial.

Dalam rekaman yang dibagikan, Zulkifli terlihat mengenakan kemeja putih dan celana hitam dengan sepatu boots warna oranye. Ia berjalan melewati genangan air, menyapa beberapa warga, dan mengangkat sendiri sekarung beras untuk diberikan kepada salah satu ibu yang terdampak banjir. Sambil tersenyum, ia menanyakan kondisi rumah warga tersebut dan berusaha menghibur mereka yang masih tampak terpukul oleh bencana.

Tak berhenti di situ, Zulkifli juga membantu membersihkan salah satu rumah yang dipenuhi lumpur. Ia memegang sekop dan mengeruk tanah yang terbawa arus banjir. Bagi sebagian warga, kehadirannya memberi energi baru, terutama ketika ia memberikan bantuan uang pribadi kepada beberapa korban yang kehilangan usaha mereka. Ia meminta asistennya mencatat nama lima orang yang akan menerima dukungan lanjutan, sambil berjanji memberikan modal awal untuk memulai kembali usaha kecil yang terhenti.

Dalam keterangan yang ditulis di unggahannya, Zulkifli menyebut bahwa pemerintah akan membangun kembali rumah-rumah yang rusak. Ia juga menyampaikan harapan agar proses pemulihan berjalan cepat dan mampu mengembalikan rasa aman bagi keluarga yang terdampak banjir.

Namun reaksi publik tidak semuanya positif. Di media sosial, banyak netizen memberikan komentar bernada sinis. Ada yang menyebut aksinya sekadar pencitraan, ada pula yang menyindir gaya dan aksinya membawa beras sendiri. Menurut beberapa warganet, apa yang dilakukan Zulkifli terlihat lebih seperti adegan yang sengaja ditampilkan untuk kamera. Komentar seperti “CAMERA… ROLL and ACTION…” hingga “Ajudan kan ada, kenapa harus bawa karung beras sendiri?” bermunculan dan menjadi perdebatan di kolom komentar.

Meski begitu, ada juga netizen yang membela bahwa pejabat turun langsung ke lapangan seharusnya diapresiasi. Di tengah bencana besar yang menimpa Padang, masyarakat membutuhkan perhatian nyata, siapapun yang datang membawa bantuan. Sebagian warganet menilai bahwa lebih baik fokus pada bagaimana bantuan bisa segera diterima warga, ketimbang mempertanyakan motif di balik aksi tersebut.

Banjir besar yang menghantam Lubuk Minturun telah merusak banyak rumah dan membuat ratusan warga harus mengungsi. Kondisi tersebut membuat kebutuhan bantuan menjadi sangat mendesak, baik berupa pangan, air bersih, maupun dukungan untuk memulai kembali mata pencaharian. Kehadiran pejabat pemerintah memang tidak bisa menghilangkan seluruh beban warga, namun setidaknya dapat membuka jalan bagi koordinasi dan bantuan yang lebih cepat.

Perdebatan mengenai aksi Zulkifli Hasan mungkin akan terus berlangsung. Namun bagi warga yang terdampak, pemulihan, bantuan nyata, dan kepastian pembangunan kembali rumah mereka jauh lebih penting daripada perdebatan di dunia maya.

#Tag
Artikel Terkait
Mungkin Kamu Juga Suka
Tryout Online
Scroll Top